Sistem Fire Hydrant
Komponen Sistem Fire Hydrant dan Cara Kerjanya
Dari tangki air hingga nozzle, memahami komponen sistem hidran membantu pemilik gedung merawatnya dengan benar.
6 menit baca · 03 Nov 2026 · Tim Teknis Jaslindo

Sistem fire hydrant menyalurkan air bertekanan ke titik-titik pemadaman di dalam dan di luar bangunan. Komponennya bekerja sebagai satu kesatuan.
Komponen utama
- Sumber air (reservoir/tangki): menyimpan cadangan air khusus pemadaman.
- Ruang pompa: biasanya terdiri dari jockey pump (menjaga tekanan sistem), pompa utama elektrik, dan sering kali pompa diesel sebagai cadangan saat listrik padam.
- Panel kontrol pompa: mengatur start otomatis berdasarkan penurunan tekanan.
- Jaringan pipa dan valve: menyalurkan air ke seluruh titik.
- Hydrant box / hose reel: di dalam gedung, berisi selang dan nozzle.
- Hydrant pillar: di halaman, untuk penggunaan selang lebih besar.
- Siamese connection: titik sambung bagi mobil pemadam untuk menambah suplai.
Cara kerja singkat
Saat valve hydrant dibuka, tekanan di jaringan turun. Jockey pump mencoba mengembalikan tekanan; bila penurunan berlanjut, pompa utama menyala otomatis dan menyuplai air bertekanan tinggi.
Kenapa pemeliharaan penting
Kebocoran kecil, valve macet, atau panel yang tidak pada mode otomatis dapat membuat sistem gagal tepat saat dibutuhkan. Uji fungsi pompa dan pemeriksaan jaringan pipa secara berkala adalah kuncinya.
Butuh bantuan untuk sistem proteksi kebakaran Anda?



